imagesKODAM ISKANDAR MUDA (12/5),-Menindaklanjuti pengarahan Presiden Joko Widodo kepada seluruh Komandan Kodim dan Komandan Korem pada awal Desember tahun lalu tentang upaya mewujudkan kedaulatan yang salah satunya kedaulatan energi yang berkaitan langsung dengan listrik untuk rakyat, PT PLN (Persero) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menandatangani Nota Kesepahaman tentang penyelenggaraan pendampingan dan pelatihan dalam rangka penerimaan dan pengujian Batubara. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, dengan Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, di PLN Kantor Pusat, Jakarta.

Nota kesepahaman yang berlaku selama dua tahun TMT 4 Mei 2015 s.d 20 Maret 2016 meliputi pendampingan oleh TNI AD pada proses penerimaan dan pengujian Batubara serta pelatihan personil dalam rangka pengujian kuantitas dan kualitas Batubara yang digunakan sebagai energi primer pembangkit PLN.

Kodim 0116/Nagan adalah salah satu satuan yang mendapat kepercayaan melaksanakan pendampingan pengujian kuantitas dan kualitas Batubara karena di Kabupaten Nagan Raya terdapat PLTU yang terletak di Desa Suak Puntong, Kec. Kuala Pesisir, dimana 6 (enam) personil telah ditunjuk yaitu: Pelda Ibnu Sinar, Serka Safrizal, Sertu Safaruddin, Sertu Mei Indra Putra, Sertu Mawardi, Serda Roni Syaf Chandra. Sebelumnya ke-6 personil telah melewati tes psikologi yang dilaksanakan oleh PLN dan Kodam Iskandar Muda. Setelah dinyatakan lulus personil tersebut melaksanakan Pelatihan di Udiklat PLN, Semarang.

Selama Pelatihan ke-6 personil Kodim 0116/Nara menerima pelatihan tentang Pengenalan Batubara, SOP Penerimaan Batubara, Perhitungan Kuantitas Batubara Draught Survey, Trucking, Belt Coveyor, Aktivitas Penambangan, Peralatan Tambang dan Persiapan Infrastruktur dan Sarana, Sampling dan Preparasi, Penyimpanan Batubara, Analisis Kualitas Batubara dan Alat Uji Kualitas Batubara. 

Selain kerjasama ini, pihak PLN juga meminta bantuan TNI Angkatan Darat untuk pengamanan daerah di sekitar Objek PLN seperti jalur transmisi yang sering mendapat gangguan. Ini dilakukan untuk menangkal semua hal yang menggangu kedaulatan energi Nasional.

Selain di Kab. Nagan Raya pengujian kuantitas dan kualitas batu bara dilaksanakan di 14 daerah lain yang meliputi 5 lokasi di Pulau Sumatra dan 9 di Pulau Jawa.