2Dewasa ini perkem bangan dunia sudah semakin cepat tanpa sekat batas, hal ini disebabkan oleh pe ngaruh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat. Kontak fisik antar manusia sebagai pola interaksi sosial bersifat konvensional kini semakin ditinggalkan dan cen derung beralih ke media maya/media jejaring sosial.  Media jejaring sosial yang menawarkan segudang kemudahan dalam berkomunikasi dan berinteraksi seperti facebook, twitter, blog, instagram, path, mengubah pola pikir kehidupan masyarakat. Dengan menjamurnya gadget yang dilengkapi berbagai fitur, mampu secara operasional memenuhi setiap kepentingan dan kebutuhan manusia khususnya dalam hal komunikasi. Banyak hal yang dahulu  serasa tidak mungkin untuk dapat melakukan komunikasi secara cepat dilakukan, sekarang melalui teknologi komunikasi yang canggih maka hal yang tidak mungkin tersebut menjadi mungkin dan mudah untuk diwujudkan. Manusia saling berlomba untuk menguasai teknologi dan informasi guna meningkatkan harkat kehidupannya, dan hal tersebut sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Meskipun di satu sisi, kemajuan teknologi berdampak positif bagi kehidupan manusia, namun kemajuan teknologi dan informasi pada beberapa bagian tertentu juga bisa membawa dampak negatif.

Jajaran TNI Angkatan Darat khususnya di Kodam Jaya, terkait perkembangan teknologi  informasi dan komunikasi menjadi atensi serius dari pimpinan, karena me lalui teknologi dan informasi ter sebut sangat membantu dalam hal publikasi dari setiap kegiatan Kodam Jaya  dengan maksud untuk membangun citra positif di tengah masyarakat.  Berbagai kegiatan yang  dilakukan oleh Kodam Jaya menjadi sangat mudah untuk dipublikasikan melalui media internet atau media cetak maupun elektronik dimanapun dan kapanpun.  Diantara kegiatan yang telah dipublikasikan oleh Ko dam Jaya melalui media internet dan media cetak maupun elektronik selain kegiatan latihan juga  berbagai kegiatan serbuan teritorial seperti TMMD, Program Ketahanan Pangan, Ciliwung Bersih, Indah dan Sehat, gelaran Pameran Alutsista di kampus-kampus dan lain-lain. Menyadari bahwa peran me dia massa sangat efektif dalam mem bangun opini dan citra positif TNI AD, maka diperlukan kecermatan dalam mengambil posisi secara tepat guna membangun kedekatan dengan media sebagai sebagai institusi dalam mempublikasikan berbagai kegiatan. Dengan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk mengulas tentang “Publikasi Serbuan Teritorial Sebagai Ujung Tombak Program Binter TNI AD” diharapkan tulisan ini dapat bermanfaat bagi prajurit dan PNS terutama jajaran TNI Angkatan Darat.1

Pembinaan Teritorial (Binter) meru pakan salah satu fungsi utama TNI Angkatan Darat yang merupakan media efektif dalam merekatkan kemanunggalan TNI-Rakyat. Melalui kiprah nyatanya bahwa peran Binter terlebih saat ini diperkuat dengan serbuan teritorial, TNI Angkatan Darat kembali mendapatkan simpati positif di hati rakyat.  Namun perlu disadari bahwa di era modern saat ini, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan untuk membangun keber samaan dengan rakyat belum cukup untuk mendongkrak citra positif dengan cepat tanpa disertai dengan publikasi baik melalui media cetak maupun elektronik serta media online. Kemudahan akses informasi di media cetak, elektronik dan online ternyata dalam berbagai faktor belum dimanfaatkan secara optimal, hal ini disebabkan oleh beberapa pandangan media yang menganggap bahwa kegiatan teritorial yang  dilakukan oleh TNI Angkatan Darat khususnya Kodam Jaya kurang memiliki nilai jual untuk bahan pemberitaan. Maka sayang sekali, manakala ser buan teritorial yang strategis dalam mengangkat citra positif TNI Ang katan Darat akan kehilangan mo mentumnya, olah karena itu kegiatan publikasi melalui media cetak, elek tronik dan media on line perlu dioptimalkan.   Saat ini ketergantungan Satuan Penerangan Kodam/Kotama pada media massa untuk  memberitakan kegiatan-kegiatan Kodam/Kotama sangat tinggi, hal ini mengakibatkan nilai tawar pemberitaan kita dimata media massa menjadi rendah. Tentu hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, mengingat beragam media jejaring sosial yang ada di ruang publik seharusnya dapat dimanfaatkan.  Media jejaring sosial yang ada dapat memberikan kemudahan bagi kita untuk melakukan publikasi berita secara mandiri, dengan ketentuan baik berita maupun gambar pendukung yang ditampilkan cukup berkualitas. Kondisi tersebut belum bisa dikelola dengan baik karena berbagai  kendala yang dihadapi, antara lain masih rendahnya kualitas sumber daya manusia penerangan dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, ter masuk keterbatasan sarana prasarana pendukung. Media jejaring sosial merupakan media yang dapat digunakan dalam upaya pencitraan Kodam Jaya, yang dilakukan oleh Satuan Penerangan Kodam Jaya melalui berbagai pemberitaan yang dimuat di media cetak dan elektronik. Apa yang dilakukan Pendam Jaya saat ini adalah untuk mempublikasikan semua kegiatan Kodam Jaya dalam rangka serbuan teritorial, baik yang berhubungan dengan kegiatan latihan maupun kegiatan yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi saat ini, maka personel Satuan Penerangan dituntut untuk mampu menguasai teknologi, terutama yang berkaitan dengan kegitan publikasi oleh Satuan Penerangan Kodam, baik secara individu maupun kelembagaan.Kiprah dan peran prajurit Satuan Penerangan salah satunya adalah melakukan komunikasi guna membangun kemitraan yang baik dengan media, baik cetak maupun elektronik. Respon dan opini masyarakat masih kuat dan menaruh kepercayaan positif terhadap institusi TNI. Salah satu contoh bentuk apresiasi positif masyarakat atas kinerja prajurit TNI adalah proses pencarian pesawat Air Asia di Selat Karimata yang berhasil dengan baik, yang melibatkan unsur Tim Basarnas dan seluruh potensi TNI/POLRI. Termasuk program ketahanan pangan dan serbuan teritorial yang saat ini gencar dilakukan, baik oleh Satuan Komando Kewilayahan dan Satuan non Kewilayahan, juga mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Seluruh satuan dan setiap prajurit wajib secara bersama menyukseskan program Binter, karena Binter tidak cukup dilaksanakan secara biasa, melainkan perlu penajaman melalui program serbuan teritorial. Kegiatan Binter yang dilakukan selama ini bertujuan untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat.  Melalui program satuan yang disusun dengan baik dan nyata, baik program Binter maupun program lainnya, akan berdampak positif terhadap kesejahteraan rakyat di sekitar satuan. Sebagai contoh dalam pelaksanaan program TMMD, pasukan yang tergabung dalam Satgas TMMD tidak hanya dituntut berkarya dalam membangun sarana fsik saja, namun juga dituntut agar lebih menyatu dengan rakyat. Berbaur tidak hanya bekerja sama, namun di luar itu, berbaur bisa diwujudkan dengan tidur di rumah masyarakat, bukan di tempat atau di tenda posko yang telah disediakan.

4Diharapkan dengan tinggal bersama dengan masyarakat, kebersamaan TNI-Rakyat akan terjalin lebih erat lagi. Dampak yang ditimbulkan adalah pra jurit TNI akan lebih dekat dan memahami aspirasi dan kondisi masyarakat yang sebenarnya. Demikian juga sebaliknya, kedekatan rakyat kepada TNI akan ber pengaruh positif, yakni rakyat akan semakin mengenal TNI dan semakin bangga serta lebih mencintai TNI. Contoh lain adalah program Binter terintegrasi dengan program satuan, misalnya selesai kegiatan latihan skala besar seperti Geladi Posko, Uji Siap Tempur (UST) Tingkat Brigade dan Batalyon, yang ditutup dengan program teritorial, seperti karya bhakti, pengobatan gratis kepada masyarakat kurang mampu dan  olah raga bersama. Di sinilah peran Satuan Pe nerangan untuk mempublikasikan kegiatan positif yang dilakukan oleh TNI kepada rakyat. Selain itu, guna menyampaikan kepada masyarakat bahwa TNI tidak hanya mampu dan pandai berperang saja, tetapi TNI pun mampu melaksanakan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, kebersamaan dan kemanunggalan TNI-Rakyat yang sudah terjalin dengan baik ini, sangat tepat untuk dipublikasikan melalui media baik cetak maupun elektronik. Pada kondisi tersebut, sebagai Insan Penerangan mempunyai kewajiban untuk mempublikasikannya sehingga apa yang dilakukan oleh prajurit TNI yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dapat diketahui secara luas oleh masyarakat.Oleh karena itu, dengan adanya publikasi pemberitaan kegiatan Kodam secara optimal, maka akan terbangun opini positif dari masyarakat sehingga akan semakin mengenal lebih dekat dengan sosok prajurit TNI yang memiliki ketulusan dan dedikasi yang tinggi, demi membantu peningkatan kesejahteraan di daerah, sehingga  kehadiran prajurit TNI akan sangat dinantikan masyarakat. Rakyat tentu akan mengapresiasi bahwa melalui TMMD yang dilaksanakan oleh prajurit TNI, berupa sarana jalan raya, jembatan, sarana ibadah, saluran irigasi, sarana olah raga, dan sarana publik lainnya yang ada di masyarakat, tentu memiliki nilai sangat penting terutama dalam memperlancar roda perekonomian rakyat. Selain sasaran fsik tersebut, melalui sasaran non fsik, ketahanan nasional di wilayah menjadi semakin diperkuat oleh berbagai kegiatan penyuluhan dan pembekalan materi wawasan kebangsaan, bela negara, kesadaran hukum dan tata tertib, bahaya narkoba, radikalisme dan terorisme, peningkatan layanan kesehatan, pengembangan ekonomi kreatif, dan teknologi pertanian serta kehutanan.Tindak lanjut dari keberhasilan pelaksanaan kegiatan pembinaan teritorial, tidak akan diketahui secara luas manakala berita-berita kegiatan di Kodam  tidak terpublikasikan secara optimal, baik di media cetak maupun elektronik. Bahkan pemberitaan positif yang ada di jajaran TNI AD, cenderung luput dan tidak terekspose oleh media, bahkan pemberitaan positif tersebut terkadang dikalahkan oleh berita negatif yang berlebihan tentang perilaku oknum prajurit TNI, seperti keterlibatannya dalam kasus kriminalitas. Untuk itu, pentingnya strategi bagaimana memanfaatkan momentum serbuan teritorial yang dilakukan prajurit, sehingga mampu diketahui secara luas di tengah masyarakat. Hal tersebut bisa disiasati dengan  publikasi melalui media jejaring sosial se cara terus menerus. Dahsyatnya gempuran informasi saat ini, tidak semata-mata dikuasai oleh media massa atau pelaku media, namun dengan adanya media sosial seperti you tube, facebook, 3twitter, blog, fickers, telegram, whatsapp , dan instagram, setiap orang termasuk prajurit TNI bebas melakukan publikasi, mengekspresikan diri dalam ruang media sosial yang semakin mudah dan terbuka lebar penggunaannya. Hanya dengan bermodalkan telepon seluler/HP dengan fasilitas atau ftur yang lengkap, seperangkat internet atau modem atau Wifi, semuanya dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan selalu aktual.Dengan langkah ini, kita tidak lagi kesulitan dan terhalang oleh kinerja media, karena kita mampu bermain sebagai subjek sekaligus objek dalam produsen informasi yang kita bangun sendiri. Bahkan pemberitaan yang kita ekspose tersebut, bisa dijadikan sebagai bahan berita bagi insan media lain untuk mengangkat berita itu, tentunya dengan kemasan dan bahasa yang sedikit berbeda. Di sinilah kemandirian Satuan Penerangan sebagai ujung tombak Kodam Jaya, semakin dituntut untuk mampu dan mandiri dalam mempublikasikan pemberitaan, sehingga momentum serbuan teritorial yang terus dilakukan di wilayah Kodam Jaya semakin menguat dan mendapat apresiasi positif dari masyarakat.

Kita ketahui bersama bahwa perkembangan kemajuan tek-nologi informasi dan komunikasi saat ini sudah semakin cepat dengan segala dampak positif dan negatif yang ditimbulkannya. Meng-hadapi kondisi seperti itu, maka personel Penerangan Kodam/Kotama harus segera menyesuaikan diri menghadapi perkembangan tersebut, dengan cara menambah pengetahuan dan wawasan terkait kemajuan teknologi dan informasi, melalui pelatihan dan kursus-kursus. Pada akhirnya, prajurit penerangan ke depan akan mampu menghadapi berbagai pemberitaan yang kurang baik bagi TNI Angkatan Darat, khususnya ditingkat Kodam/Kotama. Menghadapi kondisi tersebut, kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) Satuan Penerangan harus segera ditingkatkan melalui pelatihan atau kursus penerangan, baik Bintara maupun Perwira. Terkait dengan minimnya peralatan kerja seperti komputer, kamera foto, video kamera, dan peralatan liputan lainnya, perlu segera dipenuhi, baik dengan cara pengadaan sendiri maupun  pengajuan ke Komando Atas. Selain itu, sebagai Prajurit Penerangan harus senantiasa proaktif, baik dalam membuat produk berita maupun publikasi berita, serta pentingnya membina hubungan baik dengan insan pers lainnya, sehingga pemberitaan yang kita miliki akan mudah diwadahi, baik oleh media cetak maupun elektronik. Dengan demikian, sasaran utama dalam membentuk citra positif dan opini publik melalui pemberitaan dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Kodam Jaya dan jajarannya, dapat tercapai secara optimal dalam rangka mendukung tugas pokok satuan.5